Jauhari

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya

SANTRI

SANTRI

Oleh :Jauhari,S.Pd.I

Hemm jadi santri,ini pengalaman yang gak bisa di lupakan,sudah lebih dari 8 tahun lalu jadi santri, rasanya baru kemarin saja lulus dari pondok.Padahal jika waktu boleh diputar kembali, rasanya ingin kembali lagi jadi santri.Karena dipondok, santri di didik dengan kemandirian, disiplin,dan siap pemimpin dan siap dipimpin.

Masih teringan sekali pesan dari dewan asatidz, nak jadilah santri yang bermanfaat di masyarakat,terjun langsung dan jadilah pelayan masyarakat jangan ingin di layani.karena ketika masyarakat tau bahwa kalian dari pesantren, kalian dianggap pinter agamanya, mantap quran hadisnya, pokoknya muantap dehhhh.Itu nasehat guruku ketika itu.

Sebenarnya tidak demikian, santri juga manusia biasa, ada memang yang seperti itu adapula sebaliknya, namun karena sudah menjadi anggapan masyarakat mengenai santri adalah anak baik, ketika ada segelintir santri yang melakukan hal buruk,anggapan mereka bermacam macam.

Santri, Itulah sebuah julukan bagi anak – anak yang nyantri di pesantren, sebutan ini sudah familiar dikalangan masyarakat indonesia, yang menarik dari santri adalah tidak bisa di pisahkan dengan budaya ngantri, bayangkan dari mulai makan, mandi,setoran samapai ke kamar mandipun semuanya harus ngantri. Huhhh gitu amat ya

Tidak hanya ngantri, yang khas dengan santri ialah hukuman botak bagi santri yang melanggar peraturan pondok, hehe kalau ini saya alami sendiri.Santri sudah terbiasa dengan peraturan dari tidur sampai tidur kembali, semuanya di atur sedemikian rupa.

Yang paling tak terlupakan dari kata santri ialah ketika pertama kali masuk ke pondok pesantren, rasanya campur aduk udah kaya es campur ya.

Adasih rasa sedih namun tekad awal kali masuk pondok ialah menghilangkan kebodohan dalam diri dan ingin lebih deket lagi dengan sang pencipta.

Salam Literasi Pemula

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali